(True story) Polresta Bandara Soetta Ungkap Nakhoda Palsu Di Situs Kencan Yang Nipu Wanita Jomlo Jutaan Rupiah

Scamming atau penipuan identitas di situs kencang (dating site) dengan target wanita – wanita jomblo dan kesepian

Jakarta : Seorang kenalan lama tiba – tiba menelpon, karena sedang di jalan tidak kuangkat lalu aplikasi WA-ku di handphone masuk pesan. Dalam pesan dia ingin bertemu karena ada yang ingin diceritakan. Akhirnya kami pun bertemu di sebuah Coffee Shop, setelah basa – basi sebentar akhirnya sampai pada inti pembicaraan. Sahabat wanitaku ini memang begitu, orangnya to the point. Sebut saja namanya Angel, seorang wanita karir berumur 40 tahun yang bekerja di perusahaan mapan di Jakarta.

Lalu Angel menceritakan kisahnya, kalau dirinya baru saja memasukkan seorang pria ke penjara gara-gara kasus penipuan dan pemerasan. Tadinya kupikir modusnya penipuan bisnis atau investasi yang lagi ramai di media. Aku terkaget, Angel bilang modusnya bukan itu, tapi soal asmara via online. Oh My God, ternyata ada orang yang kukenal tertimpa juga, padahal kalau dipikir Angel masuk kategori “well educated” dan “smart”, tidak mungkin wanita cerdas seperti dia kena jebakan playboy online.

“Kok bisa sih?” tanyaku hati-hati, takut Angel marah. Angel menjelaskan bahwa beberapa wanita kalau sudah terkait soal perasaan, betapapun tinggi pendidikannya, tetap aja suka ga pakai logika. “Logika saya pakai untuk dunia kerja, tapi entah kenapa yang satu ini saya tersandung.”

Dengan lancar Angel mengkisahkan awal mula perkenalan dengan seorang pria di situs kencan, dia mengaku sebagai seorang Nakhoda sebuah kapal. Perkenalan itu terus berlanjut, bahkan Angel pun mulai berbunga – bunga oleh janji manis sang Nakhoda.

Photo Profil yang dipakai untuk mengelabui Angel
Photo Profil yang dipakai untuk mengelabui Angel
Aku maklum kenapa Angel terpikat oleh Sang Nakhoda, dari foto yang diperlihatkan wajah sosok pria tersebut memang terlihat gagah dan tampan dengan seragamnya. Angel bercerita, mereka berkali – kali melakukan komunikasi lewat WhatsApp, tak hanya pesan teks juga lewat video call.

Angel mengungkapkan perkenalan mereka tidak berlangsung lama, namun hubungan perasaan antar mereka terjalin singkat. Kupikir Sang Nakhoda ini sudah berpengalaman memikat secara online wanita – wanita single seperti Angel. Buktinya sahabatku ini pun terbuai dengan bujuk rayu laki – laki yang baru dikenalnya, bahkan rela merogoh kantong untuk ditransfer ke rekening Sang Nakhoda.

Photo Profil 2 yang dipakai modus untuk mengelabui Angel
Photo Profil 2 yang dipakai modus untuk mengelabui Angel
“Transfernya bertahap, totalnya hampir 30 juta rupiah”, kata Angel dengan wajah tanpa ekspresi.

Aku penasaran, bagaimana dia bisa begitu cepat terbujuk? Oh iya, Angel ini statusnya Single Woman, hidup sendiri, pernah menikah, tanpa anak dan sudah pisah dengan pasangannya cukup lama. Hari — harinya dihabiskan di kantor dan pekerjaan, kebetulan pekerjaannya menuntut totalitas tinggi.

Aku mengerti kenapa Angel mudah terayu setelah mengingat perjalanan hidupnya begitu monoton dan sepi. Umumnya seorang wanita ada perasaan ingin diperhatikan dan dilindungi oleh seorang pria yang baik dan bertanggungjawab, termasuk Angel.

Wanita – wanita pekerja dan karir kebanyakan tidak banyak waktu untuk bersosialisasi di luar lingkungan di hari – hari kerja, kecuali dengan lingkungan kantor atau rekan bisnis mereka. Tak heran kini banyak aplikasi perjodohan yang bisa diunduh dengan mudah di Apple Store dan Google Play.

Aku masih penasaran. Aku yakin Angel tidak bodoh, tidak mungkin dia rela mengeluarkan uang untuk seseorang yang belum pernah ditemuinya di dunia nyata tanpa ada sesuatu yang mendesaknya.

“Kenapa kamu mau keluarin uang untuk orang yang belum dikenal ?”, tanyaku lagi. Kupikir kali ini dia bisa marah beneran. Kuperhatikan ekspresi Angel tidak biasa, dahinya sedikit mengerut dan matanya terlihat menerawang. Ia tidak marah tapi rupanya pertanyaanku itu mengingatkan pada pengalaman buruk dengan Sang Nakhoda.

Aku tidak mau memaksa namun dia menjawab dengan lugas. “Dia pegang rahasiaku”, jawab Angel pendek.

Tanpa dia menjelaskan pun aku tahu, ada kasus serupa dengan kasus Angel pernah kubaca di sebuah situs. Dalam tulisan itu pria – pria seperti Sang Nakhoda meminta sebuah “foto istimewa” dari korbannya yang sudah terbuai oleh api asmara. Walau menurut penjelasan Angel, ia tidak pernah mengirimkan “foto istimewa” yang diminta, melainkan pria tersebut mengambil “screen shot” tanpa ijin di saat ia tidak waspada bahaya mengintai.

Ujungnya mudah ditebak, dengan modal “screen shot istimewa” tersebut, sang pria meminta sang wanita mengirimkan uang dengan berbagai alasan. Parahnya, bila si wanita tidak mengabulkan, dia mengancam akan menyebar “foto — foto” itu ke dunia maya.

“Yah saya sangat tersiksa. Di satu sisi saya harus ngantor seperti biasa, di lain sisi saya merasa ga sanggup menceritakan kesulitan saya. Sampai akhirnya saya memberanikan diri cerita ke salah satu rekan di luar kantor dan ia yang mengantar saya ke kantor polisi.”

Kebanyakan wanita korban Scamming memang takut melapor ke polisi, bisa mengerti kenapa mereka bersikap seperti itu. Mungkin mereka malu, aibnya diketahui keluarga atau teman, sahabatnya lewat dunia maya dan media social.

Satu hal yang aku kagum pada Angel, dia tidak takut untuk melaporkan ke Kepolisian. Padahal Angel yang kutahu, ketemu polisi berseragam saja dia bisa keringat dingin. Mending ngadepin 1,000 jarum suntik, candanya.

Sambil mengingat-ingat, Angel melanjutkan, “Waktu saya konsultasi dengan beberapa polisi, ada satu yang nyeletuk begini : Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai. Ini alasan mengapa keberanian saya terkumpul.”

Hasilnya menggembirakan, pihak Kepolisian dengan sigap berhasil membekuk pelakunya dalam tempo cukup singkat. “Sekitar 2 minggu dari pelaporan, kepolisian berhasil membekuk tersangka di Bandung”,ujar Angel dengan mata dipenuhi rasa syukur.

Ia tidak menyangka polisi benar-benar memproses laporannya. “Ternyata masih ada ya polisi yang teguh memegang slogan sebagai pelindung masyarakat. Terhadap pertolongan mereka itu, rasanya ga cukup sih beribu-ribu terima kasih. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan mereka.”

Dari kasus Angel ini seyogyanya wanita – wanita single lebih berhati – hati dalam menjalin hubungan dengan pria – pria baru kenal di media sosial dan situs perjodohan. Biasanya mereka memasang foto wajah keren dan baju seragam profesi yang hebat, seperti tentara, pilot, nakhoda. Profesi ini biasanya membuat kaum hawa mudah takluk dan terbawa perasaan kagum.

Modusnya pria – pria tersebut berani melakukan komunikasi video call namun wajah di layar handphone adalah sebuah video rekaman, sehingga korban percaya.

“Yah saya agak heran itu teknologinya. Bagaimana bisa ya rekaman diputar saat video call? Saya ada saran sedikit, untuk mengetahui itu rekaman atau bukan, suruhlah pria itu melakukan sesuatu. Kalau dia lagi duduk, suruh aja berdiri. Kalau rekaman maka tidak akan mampu melakukan permintaan sesimple itu.”

Ketika ditanya apakah Angel memiliki dendam terhadap tersangka tersebut, ia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum . Walau terlihat ada air mata mengambang di ujung matanya yang bulat, dengan berbesar hati ia menjelaskan hikmahnya, “Kalau tidak ada dia, saya tidak mengerti pentingnya arti pertobatan. Saya anggap Tuhan pakai orang ini agar saya intropeksi diri dan kembali hidup tertib. Jangan jauhi ibadah dan jangan andalkan kepintaran diri sendiri, itu kuncinya.”

Angel telah mengijinkan saya untuk men-sharing kisah hidupnya sebagai peringatan. Ia meyakini bahwa banyak kaumnya telah menjadi korban Scamming dan hidup dalam ketakutan. Ia bahkan memberikan tipsnya.

 

Tips ala Angel:

– Jangan terlalu cepat membagikan kontak info pribadi.

Tunggulah setidaknya beberapa saat (1-2 minggu barangkali) untuk mengenal satu sama lain sebelum membagikan nomor telepon, alamat email, Facebook, WhatsApp, Skype, dan sebagainya. Pertukaran kontak info pribadi yang terlalu cepat adalah berbahaya. Jangan tergesa-gesa. Berhati-hatilah terhadap orang yang terlalu cepat membagikan dan meminta kontak info. Hal ini berarti bahwa mereka ingin berhubungan dengan kita di luar situs. Ada kemungkinan besar bahwa mereka menyembunyikan sesuatu atau memiliki niat yang tidak baik.

 

– Tetap waspada

Saat surat-menyurat dan mengobrol, harap diingat bahwa sayangnya, tidak semua orang memberitahukan (seluruh) kebenaran. Jangan percayai orang yang sudah langsung menyatakan cinta pada email-email awal, sebelum mengenal kita lebih jauh. Setidaknya hal ini tidaklah wajar. Ada kemungkinan juga bahwa kita berhubungan dengan penipu yang hanya menginginkan uang kita. Jangan sekali – kali merelakan foto pribadi kita terambil atau kita kirim ke pelaku, ini modal mereka melakukan pemerasan.

 

– Jangan pernah mengirimkan uang kepada orang yang hanya kita kenal lewat internet — jangan pernah!

Jika seseorang ingin meminjam atau meminta uang/barang, kemungkinan besar dia adalah penipu. Modus penipuan di antaranya: berpura-pura jatuh cinta dengan kita dan ingin datang ke rumah untuk bertemu atau meminang anda namun meminjam uang kita untuk biaya perjalanan; berpura-pura sakit dan membutuhkan (pinjaman) uang untuk membeli obat, sehingga kita merasa kasihan atau tidak tega terhadap yang bersangkutan; meminjam uang untuk kebutuhannya karena belum menerima gaji; menjual barang karena butuh uang misalnya untuk membantu keluarga yang sakit, dan sebagainya. Orang yang tulus dan memiliki maksud baik dalam berhubungan dengan kita tidak akan meminjam atau bahkan meminta uang dari kita apapun alasannya.

 

– Jangan biarkan seorangpun mendesak kita

Setiap orang memiliki temponya sendiri dalam sebuah hubungan – jangan tergesa-gesa. Jangan biarkan seorangpun mendesak kita untuk melanjutkan hubungan di luar batasan. Seseorang yang tidak menghargai batasan dan waktu kita, tidaklah mungkin merupakan pasangan hidup kita.

 

 

– Pilihlah tempat umum saat pertemuan pertama

Saat kita pergi untuk bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, buatlah janji di tempat umum yang ramai, misalnya di restoran atau pusat perbelanjaan. Berhati-hatilah dengan barang berharga (telepon, dompet): jangan mempercayakannya kepada orang yang baru saja kita temui dan belum kita kenal dengan baik. Dan beritahukan teman atau anggota keluarga kita mengenai siapa yang akan kita temui, dimana kita akan bertemu, serta jam berapa kita berencana tiba kembali di rumah.

 

sumber

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *