Cyber Crime Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Tersangka Penyiksaan Anak

JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka diduga pelaku penganiayaan terhadap seorang anak berinisial B (8). Satu pelaku merupakan orang yang menyiksa B, sementara dua lainnya masih didalami apakah ikut menyiksa atau hanya menelantarkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka itu adalah LS (45 tahun) yang melakukan penganiayaan terhadap korban B. Kemudian SP (41) yang juga sebagai ibu kandung korban, lalu MR (43) yang melakukan penculikan tehadap korban.

“Jadi kami lihat video viral itu lalu melakukan penyelidikan. Pada Jumat (2/2) dilakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka,” papar Argo dalam rilis yang diadakan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Ahad (4/2).

Dua yang ditangkap yakni LS dan SP ditangkap di wilayah Kuningan, Jawa Barat, sementara MR ditangkap di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelumnya, korban B juga dititipkan pada Saksi Neni (tantenya korban) dan Saksi Sukini (neneknya korban).

Kejadian berawal ketika tersangka SP bekerja di Manado, Sulawesi Utara, sehingga harus menitipkan anaknya pada Neni dan Sukini. Namun, sekitar September 2016, SP menyuruh MR yang juga sebagai tetangga korban di Kuningan, Jawa Barat, untuk mengambil korban B dengan alasan Neni dan Sukini tidak merawat korban B dengan baik.

Tanpa sepengetahuan Neni dan Sukini, MR mengambil B secara diam-diam saat korban B sedang bermain, dan menyerahkan korban B pada LS yang juga sebagai teman SP. LS tinggal di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Pada saat di Cileungsi, di situlah korban mendapatkan penyiksaan dari LS, korban dicubit, dipukul dengan kayu, bahkan disiram air panas. Melihat perlakuan seperti itu, warga setempat merasa geram dan mengadukan LS pada Ketua RT setempat.

LS disuruh menulis surat pernyataan agar berjanji menghentikan sikap sadisnya itu. Usai menulis surat, ia menghubungi MR dan meminta MR untuk mengambil korban. Sebelum akhirnya dikembalikan ke Kuningan, korban sempat tinggal di rumah MR, bahkan sempat dititipkan berpindah-pindah panti asuhan.

Ibu kandung korban, yakni tersangka SP, disebut-sebut mengetahui perlakuan bengis temannya itu namun ia mengabaikan dan tidak mempedulikan kondisi anaknya. Sehingga ia juga diduga melakukan penelantaran terhadap anak.

Setelah kembali tiba di Kuningan, korban B kembali disekolahkan oleh neneknya, karena saat dibawa oleh LS maupun MR, korban putus sekolah. Sekembalinya dari Jakarta itu, guru-guru merekam bekas luka korban yang ada di sekujur tubuhnya, sehingga video rekaman itu viral.

Ketiganya dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun kurungan, maksimal 15 tahun kurungan.

Sebelumnya diberitakan, video viral beredar seorang anak bertubuh lebam di sekujur tubuh, direkam oleh beberapa orang. Kemudian, ada yang melaporkan video viral tersebut ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/72/I/2018/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 22 Januari 2018.

 

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *