Pesan Komjen Arif lantik 75 Perwira Polri SIPSS

Sorotan Publik – Komjen Arief Sulistyanto MSi, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melantik 75 perwira polisi di lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Selasa (3/9/2019) pagi. Mereka adalah perwira polisi dari sumber sarjana (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana/SIPSS), yang dididik selama enam bulan di Akpol.

Arief di acara itu, mengatakan penutupan pendidikan, dan pelantikan ini bukan akhir dari perjalanan. Namun, justru menjadi langkah awal mereka meniti karier sebagai perwira Polri.

“Satu profesi yang telah saudara pilih dengan semua konsekuensi yang akan saudara terima, dan penuhi selama masa bertugas.

Menjadi anggota Polri sebagai pilihan profesi, dan bahkan sebagai jalan hidup. Maka, saudara berhadapan dengan berbagai dinamika, risiko, dan tuntutan tanggung jawab. Baik kepada masyarakat, kepada negara dan tentu kepada Allah SWT,” kata Arief.

Arief menambahkan, ada berbagai aturan yang mengikat sikap, dan perilaku, kode etik profesi serta kode etik perwira. Juga berbagai nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan internal Polri, dan kehidupan masyarakat yang harus dipahami serta amalkan.

“Hal ini akan menjadi penuntun yang jelas, dan tegas bagi saudara. Agar sukses sebagai perwira Polri,” terang Arief.

Lima Pesan Arief untuk Perwira Baru Polri

Selain kiat sukses jadi perwira Polri, dalam acara penutupan, dan pelantikan pendidikan SIPSS 2019 itu, Arief juga memberikan pesan. Ada lima pesannya:

Selanjutnya sebelum mengakhiri sambutan ini saya ingin memberikan pesan kepada para perwira yang baru dilantik (pasukan disiapkan):

  1. Patuhi dan taati serta junjung tinggi sumpah sebagai anggota Polri yang telah saudara ucapkan. Sumpah itu adalah komitmen saudara kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan pernah saudara langgar, dan khianati. Jangan pernah menjadikan sumpah-sumpah saudara sebagai perisai, untuk melakukan penyimpangan, dan menghalangi orang berbuat baik. Dalam situasi apapun saudara harus tetap memegang teguh sumpah itu.
  2. Pegang teguh komitmen kebangsaan nasional kita kepada Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita ada untuk menjaga serta mengamankan Pancasila, dan NKRI. Jangan pernah goyah, dan harus tetap terpatri dengan kuat serta kokoh dalam hati sanubari kita.
  3. Pahami, dan amalkan pedoman hidup Polri, yaitu Tri Brata, dan pedoman kerja Polri, yaitu Catur Prasetya dalam setiap langkah penugasan kita. Sehingga, kita akan bisa menjadi Bhayangkara negara yang memiliki moralitas, integritas, dan karakter bhayangkara sejati. Itulah jati diri kita yang sebenarnya.
  4. Tingkatkan, dan kembangkan kemampuan serta pengetahuan. Jangan pernah berhenti, dan berpuas diri. Polri memerlukan perwira-perwira ahli yang profesional. Profesionalitas itulah yang harus saudara rebut.
  5. Jaga, dan perkuat soliditas Polri. Tingkatkan kompetensi, dan keunggulan dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat, baik di lingkungan internal maupun eksternal Polri.

Tanamkan jiwa ksatria dalam berkompetisi sehingga saudara akan menjadi pemenang yang sejati. Jangan lakukan cara-cara yang tidak sehat dalam berkompetisi. Karena akan mengganggu soliditas, dan citra Polri serta tentu akan merusak jati diri serta integritas saudara.

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *