Pemimpin Polri di Era Revolusi Industri 4.0 untuk mewujudkan SDM Unggul dan Berintegritas

Jakarta – (Selasa,10/12/19) Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. memimpin kegiatan _Focus Group Discussion_ (FGD) di Gedung Widya Warapsari Sepolwan-Lemdiklat Polri. Acara ini dihadiri oleh para PJU Lemdiklat Polri serta Kasekolah/Kapusdik jajaran Lemdiklat Polri.

Kalemdiklat Polri memberikan arahan kepada peserta FGD tentang tugas pokok Polri, Sumber Daya Manusia Polri, Masa Depan yang Profesional Unggul dan Berintegritas.

Kalemdiklat Polri menyampaikan bahwa dalam menyiapkan pemimpin Polri yang mampu untuk menghadapi perkembangan revolusi 4.0, kita dituntut harus memiliki kompetensi yang tinggi, baik itu hard kompetensi maupun soft kompetensi, serta integritas merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin.

Oleh karena itu hari ini dilaksanakan _Focus Group Discussion_ untuk bisa memberikan saran dan mendapat masukan dari para narasumber sehingga bisa menambah wawasan kepada para peserta FGD yang notabenenya adalah para Kepala Sekolah dan staf di Lemdiklat Polri yang membantu kami menyusun konsep perubahan dalam rangka membangun sumber daya manusia Polri ke depan lebih baik lagi.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber adalah Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, Dr. H.C. Ary Ginanjar Agustian (Dr. ESQ) dan Dr.Jacky Mussry dari Mark Plus.

Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna memberikan arahan tentang:
1. Trust and Partnership Building sebagai Output dan Outcome.
2. Polisi Promoter (Profesional, Modern, Terpecaya)
3. Politics of Policing Polisi tidak bisa independen karena ada irisan terhadap hal-hal luar
4. Polri sejatinya menganut Community Policing (Pemolisian Komunitas) yang mana polri memimpin sesuai dnegan komunitas yang dihadapi.
5. Struktur Organisasi Polri. Sejatinya Polisi bukan Militer. Seharusnya polisi lebih cerdas daripada militer. Polri tidak bergerak vertikal, namun horizontal karena tugas, kewajiban & tanggung jawab yang sama hanya level/area yang berbeda.
6. Tampilan Polri terbagi 3 :
– Etika
– Kepemimpinan
– Kepemimpinan Kepolisian yang Baik Lead by Example
7. Perubahan Mindeset dan Culture Set dalam Sistem Pengawasan

Ada pun arahan dari Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian terdiri dari :
1. Perubahan era (1.0 sampai 5.0) memiliki tantangan dan jenis leadership yang berbeda.
2. Transformasi Total: Struktur, Kultur, Instrumen dan Leadership
3. Saat ini, pengajaran difokuskan pada kompetensi padahal yang rawan adalah agility (kelincahan untuk beradaptasi dan mampu menghadapi tantangan)
4. Tingkat Kematangan Emosi dan Change Agility: mampu beradaptasi dengan perubahan apapun.
5. Tingkat Kematangan Emosi dan Spiritual
6. The Grand Why untuk Polisi:
– Physical (IQ): Kepastian, Tantangan
– Emotional (EQ): Eksistensi Diri, relasi, perkembangan
– Spiritual (SQ): Kontribusi, Meaning and Purpose
7. Pimpinan Polri 4.0
– Role Model memberikan influence kepada anggota
– Inspiring menginspirasi anggota; memberikan motivasi
– Intellectual StimulationĂ  menstimulasi anggota untuk menjadi inovatif
– Individulaized Consideration

Pungkas Ary Ginanjar Agustian.

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*