Kebersamaan Dalam Kesederhanaan, Kalemdiklat dan Perwira Tinggi Lemdiklat Polri Tidur Di Barak Pusdik Sabhara

Berbeda dengan rapat-rapat instansi lainnya, yang pesertanya diinapkan di hotel berbintang lima, dan segala sesuatunya ada yang melayani, seluruh peserta rapat evaluasi Diktuba Polri 2018/2019 menginap di barak pendidikan bintara. Kalemdiklat termasuk yang menginap di barak siswa bintara.

“Kita buat sesuatu yang berbeda untuk membangun semangat, dan soliditas para Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN),” kata Arief, Sabtu (23/3/2019).

Peran mereka sangat penting bagi Polri, ujar Arief, karena mendidik pembentukan bintara Polri baru yang komposisinya 80 persen dari seluruh jumlah personel Polri.

Mereka berada pada level pelaksana (worker) yang terjun dan bersentuhan dengan masyarakat. Setiap tahun Polri mendidik kurang lebih 10.000 bintara baru di SPN seluruh Indonesia.

“Selama 3 hari kami berkumpul di Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, tidur, menginap di flat, barak yang biasanya digunakan para siswa. Saya sendiri, sebagai Kalemdiklat bersama para Pati (perwira tinggi), dan seluruh Ka SPN serta Kapusdik juga tidur di barak siswa,” ujar Arief, yang mantan Kapolda Kalbar, Kapolres Tanjungpinang, dan Kapolres Inhil ini.

Dengan menginap di barak siswa, bisa merasakan atmosfir tidur di barak. Untuk menumbuhkan empati turut merasakan, bagaimana siswa yang kami didik menjalani kehidupan siswa dengan kondisi fasilitas yang ada.

“Sehingga bisa menumbuhkan tanggung jawab untuk merawat, dan menyiapkan fasilitas yang baik untuk para siswa,” tukas mantan Kasatreskrim di sejumlah Polres di Tanah Air ini.

Selain itu juga, imbunya, dimaksudkan untuk membangkitkan semangat dan rasa bangga dalam peran, dan penugasan di lembaga pendidikan.

“Mereka harus saya “orangkan” karena mereka, adalah sosok yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia Polri,” tegas Arief.

Ia berupaya, terangnya, untuk menghilangkan persepsi dan image yang selama ini menganggap adanya konotasi tempat “basah” dan “kering” dan penugasan di Lemdik sebagai tempat kering yang hanya untuk ampiran ataupun buangan.

“Alhamdulillah selama 3 hari kami ajak mereka berkontemplasi, berinterospeksi dan melakukan evaluasi. Untuk memperbaiki proses pendidikan Bintara Polri secara komprehensif pada masa pendidikan tahun 2019 bulan Agustus yang akan datang,” beber Arief.

Arief berhasil nembangkitkan motivasi, dan kepercayaan diri serta rasa bangga atas peran dan posisi mereka saat ini sebagai Kepala Sekolah. Yang tidak kalah hebat dari jabatan direktur ataupun Kapolres yang mungkin selama ini menjadi obsesi mereka.

“Rasa baru dan semangat baru ini kami wujudkan dengan komitmen bersama sebagai ikrar kami. Untuk melaksanakan proses pendidikan, dan latihan dengan baik. Untuk mewujudkan SDM Polri yang profesional, modern dan berintegritas.

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *