Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian: Enggak Bisa dari Buku Langsung Dituduhkan ke Saya

Sorotan Publik – Tahun 2018 merupakan kurun waktu sibuk bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjalankan tugas pengamanan. Pada tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah dari tiga acara perhelatan internasional. Pertama ajang Asian Games pada Agustus lalu. Kompetisi olahraga antarnegara Asia ini digelar di tiga daerah, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Sebulan berselang, Jakarta menjadi tuan rumah Asian Para Games, kompetisi olahraga bagi para penyadang disabilitas dari negara-negara Asia.

Pada saat hampir bersamaan dengan Asia Para Games, Indonesia juga menjadi tuan rumah acara internasional Annual Meetings International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) 2018. Pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan WBG ini menghadirkan para pejabat ekonomi dari 189 negara. Selain itu, acara yang berlangsung di Nusa Dua, Badung, Bali pada 8 – 14 Okober lalu itu dihadiri para pelaku usaha serta pihak investor.

Selain bertugas mengamankan berbagai perhelatan besar, Polri juga menerjunkan ribuan personilnya dalam penanganan pasca-bencana. Mulai bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Juli lalu, hingga bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala, yang terjadi akhir September lalu.

Di tengah kesibukan Polri tersebut, Kepala Kepolisan RI (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian justru menghadapi terpaan isu miring. Sejumlah media ramai memberitakan tulisan hasil investigasi Indonesialeaks yang menyebut dugaan Tito menerima uang suap dari Basuki Hariman, importir daging sapi yang juga terpidana kasus suap mantan hakim konstitusi Patrilis Akbar.

Sumber

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *