Kalemdiklat Polri: 8.875 Calon Bintara Lolos Seleksi, Digembleng Untuk Membentuk SDM Polri Yang Unggul Dan Kompetitif Serta Siap Hadapi Revolusi 4.0

Jakarta- Sebanyak 8.875 Calon Bintara Polri hasil seleksi tahun 2019 telah masuk ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia. Mereka memasuki gerbang SPN dengan penuh semangat diterima oleh para Kepala SPN. Dari jumlah tersebut terdiri dari 8.475 orang calon bintara pria dan 400 orang calon bintara polwan. Mereka telah lolos dalam seleksi yang sangat ketat dengan animo calon yang mendaftar seluruh Indonesia sebanyak 160.000 pendaftar. Para peserta didik yang bersumber dari lulusan SMA dan SMK (bidang kompetensi tertentu) akan menjalani Pendidikan Pembentukan Bintara Polisi Tugas Umum di seluruh SPN dalam masa 7 (tujuh) bulan.

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri ini akan dibuka secara serentak pada tanggal 6 Agustus 2019, Serangkaian kegiatan tradisi pendidikan yang lebih berorientasi pada pendekatan Humanis dan penanaman sosok anggota Polri yang melayani dan melindungi akan dilaksanakan baik dalam kurikulum pengajaran maupun pengasuhan. Tradisi kekerasan dan otoriter dihilangkan diubah dengan pola perilaku yang komunikatif dan demokratis namun tetap tegas dalam bersikap , cerdas dalam berfikir dan bertindak.

Kalemdiklat Polri menyatakan bahwa jajaran Lemdiklat Polri telah mempersiapkan kurikulum baru yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan tantangan baru khususnya menghadapi revolusi 4.0.

Revolusi 4.0 merubah tata perilaku masyarakat, semakin kritis, semakin cepat dan semakin transparan (sehingga bisa dikatakan NO PLACE TO HIDE). Oleh karena itu Polri disamping dibekali dengan kemampuan IT maka juga harus bisa mengadaptasi perubahan tersebut. Polri tidak boleh salah bertindak, siap dikritik dan dikoreksi, akuntabel dan menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi dengan cepat, tepat dan tuntas. Dalam program pendidikan harus diadopsi dalam kurikulum pendidikan sesuai tingkatannya.

Pola pendidikan dan pengasuhan terhadap para siswa juga disesuaikan dengan pendekatan sesuai generasi mereka yaitu generasi milenial. Perubahan ini harus dilakukan untuk merespon perkembangan jaman supaya Polri bisa semakin adaptif dengan perubahan masyarakat, mengingat para bintara ini merupakan tulang punggung pelaksana tugas Polri di lapangan. Delapan puluh persen komposisi personil Polri adalah para bintara sehingga dalam proses pendidikan dan latihan kali ini betul-betul diintensifkan untuk membentuk mereka menjadi Bintara Polri Profesional yang berintegritas tinggi.

Visi pendidikan Polri untuk membentuk SDM Polri yang unggul dan kompetitif ini selaras dengan visi Presiden Joko Widodo yaitu membangun SDM yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *