Ini Kronologi Penangkapan Kapal Pembawa Sabu 1,6 Ton di Kepulauan Riau

JAKARTA  – Tim gabungan dari Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Polri, Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menggagalkan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton pada  Selasa (20/02) di kawasan Batam, Kepulauan Riau.

“Tim gagalkan penyelundupan itu pada Selasa, 20 Februari 2018, sekitar pukul 07.30 WIB,” kata Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto dalam keterangan tertulisnya yang didapat Tandaseru.id, Selasa (20/02).

Eko menjelasnya penangkapan bermula dari hasil koordinasi Satgassus yang memperoleh informasi awal penyelundupan sabu dari Bea Cukai Kepulauan Riau, Kamis,(15/2). Informasi disampaikan kepada jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Selanjutnya kabar itu ditindaklanjuti dengan dikirimnya anggota tim ke lokasi penyelundupan di Batam, Kepulauan Riau.

“Tim advance (tim tindak) berangkat menuju ke Batam pada hari Jumat, 16 Februari 2018,” kata Eko.

Selanjutnya tim advance berkoordinasi dengan Bea Cukai Kepulauan Riau pada Sabtu (17/02) yang berlokasi di Pelabuhan Punggur, Batam. Untuk kemudian tim advance bergabung dengan kapal Bea Cukai dengan nomor lambung BC 2005. Pada Minggu (18/02) tiba di perairan Anambas Kepulauan Riau dan melakukan patroli.

“Pada Senin (19/2) tim advance mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U/103.48.023 T. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Kantor Wilayah Kepulauan Riau untuk dilakukan penyisiran dan pengejaran kapal target,” jelas Eko.

Kapal akhirnya ditangkap di Perairan Karang Helen Mars pada Selasa (20/02) sekitar pukul 07.35 WIB. Ketika diperiksa, kapal yang tak memiliki kelengkapan dokumen itu ditemukan sejumlah sabu-sabu yang dibungkus karung dan dikemas menggunakan produk teh. Karenanya kapal digiring ke pangkalan bea cukai di Sekupang.

Dari penangkapan itu, aparat kepolisian berhasil mengamankan 4 orang dalam pengungkapan ini, antara lain Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43), dan Liu Yin Hua (63). Adapun jumlah barang bukti yang disita petugas yaitu 81 karung yang berisikan sabu. “Kita masih terus lakukan penghitungan,” tandas Eko.

Sumber

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *