PRESIDEN : REKLAMASI SOAL MARWAH HUKUM

Jakarta : Presiden Joko Widodo menegaskan soal reklamasi terkait marwah hukum negara ini. Pasalnya, Gubernur DKI Anies Baswedan berencana menyetop reklamasi pulau-pulau yang belum terbentuk dan mengijinkan pulau-pulau yang telanjur direklasi.

“Ini soal kepastian hukum, soal kepastian investasi. Di mana marwah hukum kita,” kata Presiden Jokowi seraya mengacung kertas di hadapan kata pimpinan media massa di Istana Merdeka.

Presiden menjelaskan peraturan presiden atau perpres tentang reklamasi dikeluarkan oleh Presiden Soeharto, kemudian diperkuat perpres yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada pula peraturan gubernur atau pergub yang diterbitkan Gubernur DKI Fauzi Bowo. “Bagaimana dengan pengusaha yang sudan berinvestasi berdasarkan perpres tersebut?” tanya Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan ketika menjadi gubernur ia tidak mengeluarkan pergub terkait reklamasi. Pun ketika menjadi presiden, ia tidak menerbitkan perpres.

“Saya bisa saja mengeluarkan perpres. Tapi, di mana marwah hukum dan kepastian beinvestasi jika perpres terdahulu dibatalkan presiden berikutnya?” ucap Presiden.

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan akan menyetop reklamasi pulau-pulau yang belum terbentuk dan mengijinkan pulau-pulau yang telanjur direklasi. Presiden enggan menanggapinya. “Bagi kita yang penting pengawasan di lapangan. Nelayan harus diperhatikan. Lingkungan harus dijaga,” tutur Presiden.

Presiden menambahkan dirinya sudah mengunjungi berbagai negara yang melakjkan reklamasi. Di Jepang, Belanda, Korea, Malaysia, Singapura, juga ada reklamasi. Ancol dan Tanjung Priok juga reklamasi. Malan di Belanda dan Korea reklamasi memoerbaiki lingkungan,” ujar presiden.

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

SBY Temui Lagi Jokowi di Istana Merdeka

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyambangi Istana Merdeka, Jumat (27/10) siang ini. Kehadiran SBY cukup mengejutkan sebab tidak masuk jadwal resmi Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 14.10 WIB, Jokowi dan SBY telah duduk di Beranda Istana Merdeka.

Mereka duduk bersama sambil bercengkrama hangat. Petugas sempat mengantarkan teh bagi Jokowi dan SBY.

Jokowi terlihat mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih, dan dasi merah layaknya acara resmi atau kenegaraan. Sementara itu, SBY mengenakan batik cokelat lengan panjang.

Ini menjadi yang kedua kalinya Jokowi dan SBY minum teh bersama di Istana. Kesempatan pertama terjadi ketika Jokowi mengundang hampir seluruh ketua umum partai politik ke Istana, salah satunya adalah SBY pada 9 Maret.

Mereka saat itu berbicara mengenai menjaga kedamaian bermasyarakat saat pesta demokrasi. SBY juga menyarankan membentuk Klub Presiden.

Belum diketahui apa topik yang dibahas Jokowi dan SBY dalam pertemuan hari ini. Namun, dalam beberapa hari terakhir, hubungan Partai Demokrat dan pemerintah cukup mendapat sorotan setelah ikut mendukung pengesahan Perppu Ormas menjadi Undang-undang.

Meski mendukung, namun Demokrat mengajukan catatan agar pemerintah segera merevisi Undang-undang Ormas.

Sumber

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube

Polwan Dan Kowad Berhijab Dikerahkan Amankan Demo Tolak Perpu Ormas

Jakarta – Polisi dan TNI siap mengamankan aksi menolak Perppu Ormas di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. Polisi wanita (Polwan) dan Korps Wanita TNI Angakatan Darat (Kowad) berhijab juga dikerahkan dalam pengamanan aksi ini. » Read more

Share Button
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube